Rabu, 22 Mei 2013

KUCING GARONG

Euuhhh... lama bangettttt.., aku berdiri tegak menghadap pintu lift. Menunggu pintu lift terbuka yang akan mengantarku naik ke lantai 3.
Naik tangga aja gitu? Ah males, cape.
Biar langsing ! Ah maleess..
Ting !  Pintu lift terbuka lebar.
Tap..pi.. aq kaget, didalam kotak ajaib itu ada sosok Bos Besarku, dari mana dia? mau kemana? mana pasukan kurawanya?
Berbagai pertanyaan berkecamuk di kepala kecil ini.
Sesaat hatiku bimbang atara masuk atau tidak..tapi suara bariton itu membuyarkan keraguanku.
"Masuk!"
Ops...manis sekali, intonasi yang tegas dan berwibawa, lebih tepatnya nada perintah keluar dari bibirnya. Aq melangkah memasuki lift dengan langkah gamang, tersenyum manis penuh hormat kepadanya.
"Selamat pagi pak"
"Pagi"
Beliau bersandar santai memperhatikanku wajahnya dingin tanpa senyum,sorot matanya tajam menatapku.
Salah tingkah mendera, harus bagaimana posisi berdiriku, jika aq berdiri membelakangi alangkah tidak sopannya, tapi kalau aku menghadap dia aku tak punya keberanian menatap wajahnya.
Akhirnya aq memutuskan berdiri menyamping, posman,posisi aman fikirku. Sekilas aq perhatikan dari pantulan cermin lift matanya menyapu penampilanku, sampai akhirnya dia menyentuh lenganku dan memaksaku memutar badan menghadapnya.
Ohhh..OMG...aku kaget, dia menatap dadaku !.. Ops ! Hihihi.. ternyata dia membaca name tag ku yg kusematkan di dada sebelah kiri.
"Hmm..EGi, kamu di bagian Kredit Luar Negri ya"
ah taktik yang basi, pura2 sok hafal nama dan bagian kerjaku, iyalah bagian kredit karena aku memijit angka lantai dimana bagian kredit berada.
"Ya Pak"
Perbincangan yang sangat sangat singkat karena setelah itu pintu lift kembali terbuka di lantai 3.
"Duluan pak"
"Silakan"
Huh ! Suasana yg sangat mencengkam bertemu dengan bos besar yang terkenal angker berduaan di dalam lift sungguh bukan hal yang ku harapkan di pagi ini.
Senyum, sapa, salam meluncur manis dari bibir tipisku kepada setiap orang yang berpapasan. Aku berjalan angun menuju kubikal, tempat persembunyian paling aman bagiku, dan kembali mengerjakan beberapa pekerjaan yang tertunda kemarin.
Baru sekitar 10 menit aq mengerjakan beberapa laporan, terjadi kegaduhan, suara sepatu berderap menuju ke arahku, suara itu mengalihkan perhatianku dari laporan yang sedang aq garap, dan... taraaa... si Bos Besar dengan pasukan kurawa berjalan ke ruanganku, hebohlah semua personil di ruangan menyambutnya tak terkecuali.
Meski tadi aku sudah bertemu dalam lift, aq turut menyambutnya, berjabat tangan menyambut kedatangannya di kantor cabang ini.
Jabatan tangannya....ya jabatan tangannya, juga sorot matanya.ketika menatapku...
Dia mengirimkan getaran, mengirimkan sinyal, mengirimkan undangan yang menyatakan ketertarikannya kepadaku.
Aku kembali duduk di kubikal persembunyianku dengan fikiran tidak fokus, ya pesan itu sudah aku terima.
Feeling...feelingku ga pernah salah..
Dia memperhatikanku..
hmmm....waspadalah..hati kecilku berbisik, hati-hati...dia kucing garong..

Di dalam hatiku aq bersenandung, sebuah lagu dangdut, yang syairnya begini :
Kelakuan si kucing garong
Ora kena ndeleng sing mlesnong
Main sikat main embat apa sing liwat

Karena hatiku sibuk bersenandung, sesaat terlupakan keberadaan si bos, tersadar ketika derap langkah para kurawa menjauh beliau sudah berlalu, Amannnn...batinku.
Tring !..bunyi ponselku, tanda sms masuk.
"NANTI LUNCH DG SY"
Gubraaaakkkk !!!!! *beneran jatoh*
siapaaa....siapaaa....yg ngasihin nomor hapeku !!!!!! *Panik komplikasi dg mules*