Sabtu, 06 November 2010

RUMAH ADAT BATAK TOBA




Sejak tanggal 31 Oktober 2010 saya didetasir ke Kantor di Pematang Siantar, Sumatra Utara, ternyata kotanya sangat indah, asri dan sejuk. Pohon-pohon besar masih banyak ditemui di area terbuka kota. Tidak ada kemacetan disana, yang ada adalah kota yanag benar-benar nyaman.


Rumah Adat Batak Toba (Raja Sidabutar)


Berhubung pada hari Sabtu libur, maka kesempatan itu tidak kusia-sia kan, saya ingin melihat rumah adat batak, terutama yang ada di Toba dan Samosir, dari Pematang Siantar ke Parapat (Toba) ditempuh dalam waktu 1 jam saja dan menyeberang ke Pulau Samosir dengan menggunakan kapal Ferry hanya butuh waktu 45 menit. Yang saya lihat disana Luar biasa indah. Ini saya coba tampilkan foto rumah adat batak Toba yang ada di Pulau Samosir


Rumah Bolon


Rumah Adat Batak Toba disebut Rumah Bolon, berbentuk empat persegi panjang dan kadang-kadang dihuni oleh 5 sampai 6 keluarga. Untuk memasuki rumah harus menaiki tangga yang terletak di tengah-tengah rumah, dengan jumlah anak tangga yang ganjil. Bila orang hendak masuk rumah Batak Toba harus menundukkan kepala agar tidak terbentur pada balok yang melintang, hal ini diartikan tamu harus menghormati si pemilik rumah.




Salah Satu Jenis Corak Hiasan Dinding



Salah satu jenis corak hiasan dinding


Rumah yang paling banyak hiasan-hiasannya disebut Gorga. Hiasan lainnya bermotif pakis disebut nipahu, dan rotan berduri disebut mardusi yang terletak di dinding atas pintu masuk. Pada sudut-sudut rumah terdapat hiasan Gajah dompak, bermotif muka binatang, mempunyai maksud sebagai penolak bala. Begitu pula hiasan bermotif binatang cicak, kepala singa yang dimaksudkan untuk menolak bahaya seperti guna-guna dari luar. Hiasan ini ada yang berupa ukiran kemudian diberi warna, ada pula yang berupa gambaran saja.


Foto-foto tersebut diambil di Objek Wisata Budaya SiGale-Gale di Pulau Samosir, Si Gale-gale adalah nama sebuah boneka kayu yang bisa digerakkan untuk menari. Bentuknya unik dengan pakaian tradisional batak melekat di badannya. Jika sesekali berkunjung ke pulau Samosir, jangan lupa untuk menyaksikan kehebatannya mengolah tubuh.