Selasa, 23 November 2010

MOJANG BANDUNG (1)


sumber artikel :BANDUNG, Kilas Peristiwa di mata Filatelis, Sebuah Wisata Sejarah (Sudarsono Katam Kartodiwirio)


Priangan dan Kota Bandung sejak tempo doeloe terkenal dengan kecantikan, kejelitaan, kemolekan dan keramahan para perempuannya yang biasa disebut Mojang Priangan dan Mojang Bandung, padahal istilah Mojang sebenarnya adalah sebutan untuk para perempuan yang belum menikah (gadis).
Mojang Bandung tempo doeloe berpakaian kain batik dan kebaya serta bersandal kayu dengan "tumit" tinggi berukir ragam hias yang dicat dengan warna mencolok.
Sandal kayu beragam hias ini dinamai Kelom Geulis. Jika berjalan-jalan tidak lupa memakai payung kertas buatan Tasikmalaya yang biasa disebut Payung Geulis. Sekarang ini Kelom Geulis sudah dapat dikatakan kehilangan fungsinya sebagai alas kaki, tetapi sudah lebih menjurus kepada karya seni barang hiasan atau cenderamata belaka, sedangkan payung kertas dengan cat warna warni sekarang ini hanya merupakan alat pelengkap dan atau persyaratan acara ceremonial saja.
Selain terkenal cantik, Mojang Bandung pun pintar dan pada masa itu mereka sudah berpandangan jauh ke depan. Para Mojang kelompok ini pada umumnya sempat menikmati pendidikan di Sekolah untuk warga Belanda karena status keningratan atau sosial dan jabatan para orang tuanya.
Demikian terkenalnya para Mojang Bandung, sampai-sampai ada anjuran bagi para pelancong yang berniat mengunjungi Bandung, yaitu : The Traveler to the East, Whether tourist or Businessman, may on his voyage, or even before, have given the advice : "Dont forget a stay at Bandoeng (Official Yearbook-K.P.M.1937-1938) dan Don't come to Bandoeng if you left a wife at home (Mooi Bandoeng, Juli 1937)
Anjuran tersebut selain berkaitan dengan keindahan dan hawa sejuk alam sekitar Kota Bandung, Tidak Pelak lagi ada kaitannya dengan kecantikan, kejelitaan dan kemolekan para Mojang Bandung. Sebuah kenyataan yang tidak bisa dipungkiri bahwa sampai sekarang nama kota Bandung indentik dengan sesuatu yang berkonotasi negatif yang berkembang dan tertanam dibenak para lelaki. Menyakitkan, tetapi itu memang sebuah kenyataan yang tak terpungkiri.