Kamis, 25 Oktober 2012

SELIMUT BADINGKUT (1)

Ada memori alam bawah sadarku yang melekat dan terbawa sampai ketika suatu saat aku memulai bisnis yaitu Badingkut.
Badingkut itu bahasa sunda untuk sebuah kain tambal-tambal istilah kerennya Patchwork, kalau bahasa Indonesianya Tambal Seribu.
Dulu karena keadaan ekonomi yang pas2 san, anak banyak dan kebutuhan ekonomi keluarga juga senen kemis. Nah ibuku selalu memanfaatkan baju2 belas yang sudah tidak terpakai digunting bagian2 yang masih bagusnya dan dijahit menjadi sebuah selimut. Kami anak2nya semua mempunyai satu selimut badingkut. Dalam satu selimut itu warnanya macam2 dan sebagian warnanya sudah bladus. Istimewanya, karena terbuat dari kain2 lusuh maka karakternya jadi nyamannnnn....dan lemes tidak kaku.
Terus terang ketika memakai selimut itu ada rasa nyaman dan damai mengaliri hati ini.
Setelah seharian beraktifitas maka ketika malam tiba adalah saat yg dinantikan untuk bergelung memeluk badingkut lusuh itu.
Betapa kuatnya ikatan batin aku dengan badingkut bikinan ibu itu sehingga ketika sudah menikahpun aq bawa selimut itu. dan karena umurnya yg sudah uzur maka badingkut tersebut wujudnya sudah seperti lap kompor. Dengan berat hati badingkut kesayanganku akhirnya aku pensiubkan juga.
Ketika memutuskan untuk berbisnis, yang ada dikepalaku adalah membuat selimut badingkut, hal ini didorong oleh karena aku tidak pernah menemukan selimut badingkut dijual dimanapun.
Sekarang selimut badingkutku sudah semakin banyak penggemarnya, warna2 cerah mendominasi selimut2 tersebut, aku suka bermain warna untuk selimut2 ini, bahan dasarnya tetap katun reenet dan batik. Ketika berselimut dengan badingkut itu rasa nyaman damai seolah mengalir keseluruh badan, hal itu dikarenakan karena ketika aku membuatnya kukerahkan segenap jiwa raga dan cinta kedalam badingkut tersebut, seperti halnya ibu ketika membuat selimut badingkut untukku. Thanks mom kaulah inspirasiku..muacchh! !

Published with Blogger-droid v2.0.8