Kamis, 09 Juni 2011

BATIK BANDUNG



Adalah Tetet Cahyati Popo Iskandar, putri mendiang seniman dan maestro lukis kenamaan R.H. Popo Iskandar. Dialah yang mencipta dan merancang batik abstrak Bandung. Ia bahagia jejaknya diikuti putri bungsunya itu. "Ilma akan berkonsentrasi di karya merancang busana atau produknya. Saya akan berfokus merancang batik abstraknya," ucap Tetet saat ditemui pada acara peragaan busana dan peresmian galeri batik abstrak Bandung di Bandung beberapa waktu lalu.

Hari itu Tetet juga meluncurkan empat corak ragam batik abstrak terbaru untuk tahun ini, yakni motif Seusai Hujan, Cerianya Duniaku, Serenda, dan Living Energy. "Keempat corak ini warnanya lebih soft dibanding tahun lalu, yang cenderung ngejreng," ujarnya. Ia berharap kelembutan warna itu memberi sesuatu yang lebih indah dan pembawa pesan perdamaian untuk semua hal.

Tetet menciptakan batik itu pada 2007. Batik kreasinya berbeda dengan batik biasa. Tidak ada motif bunga, burung, atau ragam hias klasik, seperti parang dan kawung, yang sarat makna, melainkan berupa gambar abstrak dengan sapuan garis geometris berwarna cerah. "Motifnya memang lepas dari pakem batik tradisional dan lebih abstrak, tapi teknik membatiknya tetap sama." Tetet mengakui batiknya sebagai gebrakan seni lukis dan batik di Indonesia.

Batik abstrak kontemporer ini tampil ekspresif, bebas, bahkan polos, yang menjadi bentuk murni ungkapan jiwa. Batik ini berisi sebuah kejujuran, seperti goresan polos anak-anak: jujur dan ceria. Kekuatannya terletak pada warna serta corak yang menampilkan ciri khas. Begitu melihatnya, kita akan langsung mudah mengenali sebagai batik abstrak Bandung. "Untuk mengenali ciri batik saya mudah, yakni berwarna cerah, motif geometris, dan replika lukisan."

Karyanya lahir lewat inspirasi berbagai media. Bermula dari sebuah puisi ciptaannya yang dituangkan menjadi lagu, lalu sebagai lukisan, yang dilanjutkan menjadi batik di atas sehelai kain sutra. Dan melalui karya-karya itu, Tetet pun sudah melanglang buana ke mancanegara mengikuti pameran dan peragaan busana, seperti di Hong Kong, Yunani, Cekoslovakia, Italia, Belanda, serta Monako."Aku ingin menghadirkan batik abstrak bisa menjadi salah satu geliat andalan batik Bandung melalui busana dan aneka karya menarik yang bisa dilirik kalangan muda." Bravo Bu Tetet.